Mengenal 4 Jenis Obligasi Pemerintah di Indonesia

Mengenal 4 Jenis Obligasi Pemerintah di Indonesia

Tahukah Anda bahwa obligasi adalah surat utang? Sebuah perusahaan bisa mendapatkan tambahan modal untuk menjalankan usaha dari para investor dengan menerbitkan obligasi yang nantinya dibeli oleh investor.

Obligasi bisa diterbitkan oleh perusahaan, bank, lembaga keuangan, atau badan hukum lainnya dengan jangka waktu setidaknya 10 tahun. Jenis obligasi ada beberapa macam, baik yang dikeluarkan oleh perusahaan lokal, perusahaan luar negeri, maupun dari pemerintah. Kali ini, akan diberikan informasi mengenai 4 jenis obligasi pemerintah Indonesia.

Jenis Obligasi di Indonesia

Sederhananya, obligasi terdiri atas obligasi yang dikeluarkan non-pemerintah, bisa perusahaan, bank atau lembaga hukum lainnya, dan obligasi pemerintah. Di Indonesia ada beberapa 4 jenis surat utang negara yang pernah diterbitkan.

1. Obligasi Rekap

Pertama adalah obligasi rekap yang dikeluarkan oleh pemerintah karena ada tujuan khusus di baliknya, yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi Perbankan. Pemerintah pernah mengeluarkan jenis obligasi ini pada tahun 1997 dengan tujuan membantu mengatasi kesulitan permodalan beberapa bank yang saat itu terpengaruh krisis ekonomi.

Obligasi rekap (OR) diberikan kepada beberapa bank terpilih sebagai upaya penyertaan modal. Tiga bank yang menerima, yaitu Bank Pembangunan Daerah, bank BUMN, dan bank umum dari Indonesia.

2. Obligasi Ritel Indonesia

Selanjutnya ada obligasi negara ritel atau obligasi ritel Indonesia (ORI) yang dijual kepada warga negara Indonesia melalui agen penjual di pasar primer dengan minimal volume sudah ditentukan. Tujuan penerbitan ORI adalah membiayai anggaran negara sehingga hanya penduduk negara Indonesia boleh membelinya. Saat ini Indonesia sudah menerbitkan ORI hingga seri ORI018.

3. Surat Utang Negara (SUN)

Jika biasanya kewajiban obligasi adalah dibayar perusahaan atau badan hukum, tapi untuk SUN pembayaran bunga dan pokoknya akan dibayar oleh pemerintah RI. Jenis obligasi ini dikeluarkan karena keadaan khusus terjadi pada APBN.

Biasanya SUN ini digunakan untuk menutup kekurangan kas atau defisit APBN dalam jangka satu tahun anggaran. Ada dua jenis SUN, yaitu obligasi negara dan surat perbendaharaan negara.

4. Surat Berharga Syariah Negara

Terakhir adalah SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau disebut Sukuk Negara yang diterbitkan dengan tujuan sama seperti SUN. Perbedaannya, untuk pembelian dan pembayarannya digunakan aturan prinsip syariah. Jadi, instrumen utang piutang di dalamnya tanpa riba, tapi dalam bentuk obligasi.

Ada 6 bentuk SBSN, yaitu ijarah, mudharabah, musyarakah, istishna, SBSN berdasarkan akad lainnya, dan SBSN yang diterbitkan berdasarkan kombinasi 2 atau lebih jenis SBSN. Pengaturan tentang jenis obligasi ini telah diatur secara khusus dalam UU Republik Indonesia Tahun 2008.

Pada intinya, obligasi adalah surat utang yang harus dibayar, begitu pula obligasi yang diterbitkan pemerintah. Berbagai jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah RI memiliki tujuan sebagai pembiayaan bagi negara sehingga kewajiban pembayarannya diambil dari anggaran negara.

Pos dibuat 3

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas