Mengapa Beramal Menjadi tindakan paling mulia?

contoh dalam beramal3

Sedekah terhitung menolong yang sakit, yang tertindas dan yang miskin

Sedekah Jumat – Juruselamat meninggalkan kami segudang ajaran di dalam bentuk cerita atau perumpamaan. Perumpamaan mengenai Orang Samaria yang Baik Hati mengajarkan kepada kami bahwa kami hendaknya menunjang mereka yang membutuhkan baik mereka teman kami atau tidak.

Di dalam perumpamaan tersebut, Juruselamat mengatakan bahwa seorang pria tengah bepergian ke kota lain, ketika didalam perjalanan dia diserang oleh bandit yang melucuti pakaiannya dan uang yang dia bawa, memukulinya dan meninggalkannya setengah mati. Seorang rahib yang melalui memandangnya dan melanjutkan perjalanannya. Sesudah itu seseorang yang pergi ke kuil melalui, yang melihatnya dan melalui; tapi, seorang Samaria, yang dihina oleh orang Yahudi, juga melalui dan ketika dia saksikan pria tersebut, dia merasa kasihan (Menonton ilustrasi di bab ini).

Dia berlutut di sampingnya dan membalut lukanya. Lantas orang Samaria yang baik hati ini menempatkannya di atas seekor keledai dan membawanya ke suatu penginapan di mana dia membayar pemilik penginapan tersebut untuk merawatnya hingga orang tersebut sembuh.

Yesus mengajarkan bahwa kami mesti mengimbuhkan makanan kepada yang lapar, area berteduh kepada para tunawisma, dan sandang kepada yang membutuhkan. Ketika kami mengunjungi orang sakit dan mereka yang dipenjara, seolah-olah kami sahih-sahih jalankan hal-hal ini untuk Dia, sebab Dia berjanji kepada kami bahwa bersama jalankan hal-hal ini kami akan mewarisi kerajaan-nya.

Kami hendaknya bukan mencoba untuk memutuskan apakah seseorang sahih-sahih membutuhkan pertolongan kami atau bukan. Kecuali kami telah mengurus keperluan keluarga kami terlebih dahulu, maka kami kudu mendukung tiap tiap orang yang membutuhkan dukungan. Bersama cara ini, kami akan jadi layaknya Bapa Surgawi kami yang turunkan hujan baik bagi yang sahih maupun yang bukan sahih.

Presiden Thomas S. Monson mengingatkan kami bahwa tersedia mereka yang membutuhkan lebih berasal dari sekadar barang-barang materi:

“Marilah kami mengajukan pertanyaan kepada diri kami sendiri: ‘Apakah saya dulu melaksanakan kebaikan atau kebaikan apa pun di global selagi ini?’. Sungguh formula yang bagus untuk kebahagiaan! Apa resep untuk kepuasan dan kedamaian batin: punya rasa syukur yang mengilhami didalam diri manusia lain!