Kenapa Kamu Harus Wajib Lapor Pajak SPT

Setiap tahunnya, kita diwajibkan untuk melaporkan pajak yang harus kita bayar. Hal ini merupakan salah satu kewajiban yang harus kita penuhi sebagai warga negara.  Pelaporan objek pajak tidak hanya berupa pajak kendaraan bermotor atau sejenisnya. Sebetulnya, ada banyak jenis pajak yang ada di Indonesia. Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia hanya dekat dengan istilah pajak Penghasilan atau PPh dan pajak kendaraan bermotor. Lalu mengapa kita harus melaporkan pajak kita? Apa pentingnya melakukan hal tersebut?

Dalam Undang-undang Perpajakan disebutkan bahwa Surat Pemberitahuan (SPT) mempunyai fungsi yang penting yakni sebagai sarana bagi Wajib Pajak untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya. Selain itu, Surat Pemberitahuan juga berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan Pajak baik yang dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri maupun melalui mekanisme pemotongan dan pemungutan yang dilakukan oleh pihak pemotong/pemungut. Oleh karena itu, Surat Pemberitahuan mempunyai fungsi yang cukup penting baik bagi Wajib Pajak maupun aparatur Pajak. Selanjutnya, pelaporan Pajak disampaikan ke KPP atau KP2KP dimana Wajib Pajak tercatat. 

Apa saja jenis SPT?

Dalam artikel ini, Konsultan Pajak Jakarta akan menjelaskan jenis-jenis SPT. SPT dapat dibedakan menjadi 2 yakni sebagai berikut:

  1. SPT Masa, yaitu jenis SPT yang digunakan untuk melakukan pelaporan atas pembayaran pajak bulanan yang menjadi kewajiban Anda. Ada beberapa bentuk SPT Masa yang perlu Anda ketahui seperti PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 26, PPh Pasal 4 (2), PPh Pasal 15, PPN dan PPnBM, serta pemungut PPN.
  2. SPT Tahunan, yaitu SPT yang digunakan untuk pelaporan pajak tahunan. Ada dua jenis SPT Tahunan yaitu Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi. Untuk SPT Masa PPN, pelaporannya lebih mudah karena dapat dilakukan secara elektronik melalui aplikasi e-Filling. Tidak hnaya itu, pelaporan SPT Tahunan PPh juga dapat dilakukan secara online melalui aplikasi e-SPT.

Apa saja sanksi telat melaporkan SPT?

Sebaiknya Anda melaporkan SPT tepat waktu. Hal ini ditujukan agar Anda tidak memperoleh denda. Jika Anda terlambat melaporkan SPT Masa PPN, Anda akan dikenakan denda sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), dan untuk SPT Masa lainnya dikenakan denda sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah). Keterlambatan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dikenai denda sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah), dan SPT Tahunan PPh Badan dikenai denda sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).”

Pos dibuat 13

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas